Amar Ma'ruf Nahi Mungkar | Materi | Ceramah Islam

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh   

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash shalatu was salamu 'alaa asyrafil anbiyai wal mursalin, wa 'ala aalihi wa ash-habihi ajma'in, amma ba'du:

Segala Puji Bagi Alloh yang telah memberikan beribu kesemangatan kepada kita sekalian hingga mampu bekumpul disini dalam rangka Tholabul 'Ilmi, Sholawat dan salam tak lupa mari kita limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membawa kita dari zaman jahiliyah kezaman terang benderang seperti sekarang ini, tidak lupa kepada keluarganya, sohabatnya dan pengikutnya hingga kepada kita semua di berikan syafa'atnya hingga yaumil akhir. 

Amar Ma'ruf Nahi Mungkar
Mengenai Tema Ceramah saya kali ini, yakni tentang Ammar Ma'ruf Nahi Mungkar, yaitu Menyuruh dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran, dalam konteks ini merupakan sebuah kewajiban bagi kita untuk memahami istilah diatas dan menerapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, bapak dan ibu hadirin sekalian pasti paham apa yang dinamakan perintah dan apa yang dinamakan larangan, Rasululloh SAW bersabda

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
(رواه مسلم)
Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam  bersabda: “Siapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.” (Riwayat Muslim)
Dalam hadist diatas kita bisa melihat betapa pesan moral yang sangat tinggi dalam Islam, serta kepedulan sosial yang dijunjung tinggi dalam hidup bermasyarakat, dalam hadist tersebut sudah sangat jelas kepedulian kita kepada sesuatu yang negatif (kemungkaran) maka kita sebagai Muslim haruslah peka terhadap persolan tersebut. Firman Alloh SWT dalam Al-qur'an, beberapa Ayat dibawah ini menjelaskan tentang Ammar Ma'ruf Nahi Mungkar.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali Imron : 110)
لُعِنَ ٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ مِنۢ بَنِىٓ إِسۡرَٲٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُ ۥدَ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَ‌ۚ ذَٲلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّڪَانُواْ يَعۡتَدُونَ (٧٨) ڪَانُواْ لَا يَتَنَاهَوۡنَ عَن مُّنڪَرٍ۬ فَعَلُوهُ‌ۚ لَبِئۡسَ مَا ڪَانُواْ يَفۡعَلُونَ
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Isroil dengan lisan Daud dan ‘Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS. Al-Maidah : 78-79)
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. 3:104)
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚأُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Sudah barang tentu melihat dari beberapa ayat Alqur'an diatas bahwasanya sangatlah penting dan wajib hukumnya dalam menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran, seyogyanya dalam konteks materi ceramah ini sedikitnya bisa menjadikan sebuah pijakan kita dan dasar bagi kita untuk tetap menjalankan perintah Allah dan Menjauhi larangan Alloh, sekian materi ceramah ini yang bisa saya sugukan semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

1 komentar:

Terima Kasih telah berkunjung diblog Kata Estetika ini, silahkan tinggalkan komentar anda,