Beranda Teks Pidato Tata Bahasa Sastra Ceramah Khutbah Arti Kata Puisi

Pidato Menyongsong HUT Kemerdekaan RI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bapak-bapak,ibu-ibu dan saudara-saudara yang kami hormati.
Sebentar lagi bangsa Indonesia akan memperingati hari yang bersejarah, yaitu Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus. Tepat pada hari itu kita bangsa Indonesia telah dikarunia oleh Allah suatu rahmat yang besar sekali. Di mana sebelum itu kita telah berjuang lebih dahulu denagn perjuangan yang panjang dan penuh pengorbanan. Berapa banyak para pejuang kita yang telah gugur dalam merebutkan kemerdekaan dari tangan penjajah. Kiranya sudah tidak terbilang lagi. Mereka telah gugur sabagai syuhada’ karena didorong oleh rasa kecintaan kepada tanah air, dan didorong pula oleh suatu keyakinan bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman.
Sebagaimana dikatakan dalam sebuah ungkapan.

حُبُّ الْزَطَنَ مِنَ الْاِيْمَانِ
Artinya: 
“Cinta tanah air adalah sebagian dari iman.”
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Sungguh tepat ungkapan di atas. Sebab, dengan mencintai tanah air berarti mempunyai rasa tanggung jawab menjaga dan memeliharanya. Dan hal itu telah dilakukan oleh pejuang-pejuang kita terdahulu, yang telah membebaskan negeri ini dari belenggu penjajahan, baik dari Belanda maupun dari Jepang. Sekarang kita telah hidup di alam kemerdekaan sehingga nasib kita berada di tangan kita sendiri. Kita bebas mengatur sesuai dengan sifat dan kepribadian kita sendiri. Oleh sebab itu, sebagai pewaris kemerdekaan, kita mempunyai tanggung jawab memeliharanya agar api kemerdekaan itu tidak menjadi pudar. Kita isi kemerdekaa ini dengan amaliah nyata menuju kepada kemajuan sesuai dengan cita-cita kemerdekaan, yaitu mewujudkan negara yang adil dan makmur dalam limpahan rahmat dari ridha Allah. Sebagaimana kita ketahui, bahwa Allah menciptakan umat manusia di seantero dunia ini dengan bekal kemerdekaan dan kebebasannya itu, tiada lain agar menjadi umat yang bertakwa, yang mau menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Insya Allah dengan berbuat seperti itu negara akan cepat menuju sasaran cita-citanya, menjadi negara yang aman dan tentram, adil dan makmur merata ke seluruh nusantara.
Allah berfirman dalam surat Al A’raf ayat 96:

وَلَوْأَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ
Artinya: 
“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”
Saudara-saudara yang kami cintai.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum kepada keadaan yang lebih baik dari sebelumnya jika mereka tidak mau berusaha mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Tetapi tidak demikian yang terjadi di negeri kita ini. Bangsa Indonesia telah bersusah payah berjuang mengubah keadaannya, dari alam penjajahan ke alam kemerdekaan. Namun yang demikian itu baru dalam taraf permulaan, karena  suatu kemerdekaan  tidak akan punya arti nyata tanpa disertai dengan berbagai upaya yang dapat  menjunjung harkat dan martabat bangsa. Di sinilah letak kewajiban kita di dalam mengisi kemerdekaan. Dan kini pemerintahorde baru sudah  melaksanakannya tahap demi tahap melalui pelita demi pelita. Yang kita laksanakan ini adalah bentuk nyata usaha mengubah nasib bangsa dari keterbelakangan menjadi bangsa yang maju  dalam segala bidang. Maju dalam pemerintahannya, politiknya, ekonomimya, pendidikannya dan lain-lain di mana semuanya itu terikat dalam satu ideologi, yaitu pancasila.
Allah telah berfirman di dalam surat Ar Ra’du ayat11:

إِنَّ اللهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya: 
“Sesungguhnya Allah tidak merubahkeadaan sesuatu kaum sehingga mereka berubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Marilah kita tingkatkat terus darma bakti kita dalam mengisi kemerdekaan ini. Kita tempatkan diri kita sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Sedang bagi anak-anak pelajar dan generagi muda supaya tetap giat menuntut ilmu hingga memperoleh pengetahuan dan ilmu yang banyak dan luas sebagai bekal membangun bangsa . bangsa Indonesia sekarang ini benar-benar membutuhkan tenaga-tenaga ahli yang terdidik untuk menangani berbagai kegiatan pembangunan. Sebagaimana  kita ketahui, bahwa hakikat kemerdekaan itu adalah jiwa yang terdidik, mempunyai kemauan yang hidup, memiliki pengetahuan  yang luas, sehingga dengan begitu segala tugas bangsa dapat dilaksanakan dengan sempurna.
Sesungguhnya bilamana hal-hal yang telah disebutkan di atas itu benar-benar  dapat kita laksanakan, maka yang demikian itu merupakan  ungkapan rasa syukur kepada Allah yang telah menganugerahkan kemerdekaan kepada kita. Sebaliknya, kalau kita tidak mau berbuat sesuatu di dalam mengisi kemerdekaan yang telah gugur mendahului kita dan mengkhianati nikmat Allah. Padahal Allah telah berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: 
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kau mengingkari (nikmat-ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Bapak-bapak,ibu,ibu dan saudara-saudara yang kami hormati.
Akhirnya dari berbagai uraian di atas, sadarlah kita bahwa di pundak kita terletak beban berat untuk meneruskan cita-cita kemerdekaan yang telah kita canangkan bersama pada tanggal 17 Agustus 1945. Kita bina generasi demi generasi untuk meneruskan perjuangan bangsa. Dengan demikian  tidak sia-sialah perjuang para syuhada’ yang telah gugur mendahului kita. Sehingga arwah mereka akan tenang di sisi Allah, karena tidak meninggalkan anak cucu yang miskin dan  merana. Tak lupa pula kita panjatkan doa semoga arwah para pejuang muslim  kita terima dengan baik  di sisi Allah dan diampuni segala dosa mereka serta diterima amal mereka sebagai bekal hidup di akhirat. Amin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Baca juga Contoh Teks Pidato yang lainnya Pidato Menyongsong Hari Kesaktian Pancasila.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih telah berkunjung diblog Kata Estetika ini, silahkan tinggalkan komentar anda,