Pidato Menyongsong Hari Kesaktian Pancasila

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sebentar lagi kita akan merayakan hari yang amat bersejarah yaitu tanggal 1 Oktober yag kita kenal sebagai hari kesaktian pancasila. Seperti kita ketahui, didalm alinea keempat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah dinyatakan dengan tegas dan jelas, bahwa negara Rupublik Indonesia  berdasarkan pancasila. Dan ternyata pancasila yang telah dijadikan dasar negara Republik Indonesia itu bukan sekadar slogan kosong, melainkan merupakan cerminan dari kepribadian bangsa Indonesia yang sejak dahulu kala telah kita miliki. Oleh karena itu, dala kurun waktu sampai sekarang ini pancasila tetap jaya tak tergoyahkan oleh kekuatan mana pun. Hal in9i perlu kita maklumi karena pancasila mengandung nilai-nilai yang terpuji, yang bisa mengarahkan manusia menuju amal saleh. Sehingga dapat kita pastikan bahwa pancasila itu benar-benar merupakan rahmat Allah yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia, agar dengan itu bangsa Indonesia dapat membangun dan melestarikan dengan baik, aman, dan tentram, dijauhi dari perselisihan.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara yang kami hormati.
Anugrah yang besar dan mulia itu perlu kita syukuri. Sebab, kalau kita mengkhianati nikmat-nikmat Allah, pasti Allah akan murka dan menurunkan azab yang sangat pedih. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Al Qur’an surat Ibrahim ayat 7:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: 
“Jika engkau sekalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan, dan jika engkau ingkar, ingatlah banwa siksa-Ku amat pedih.”
Saudara-saudara yang kami hormati.
Tanggal 1 Oktober kita sebut dan kita peringati sebagai hari Kesaktian Pancasila. Karena, dalam perjalanan sejarahnya, Pancasila telah berkali-kali mengalami gangguan dan rintangan yang sangat berbahaya sehingga bisa mengancam keselamatan negara. Sebagaimana telah tercatat dalam sejarah, yaitu:

    1. Pembentrokan PKI Madiun tahun 1948.
    2. Pembentrokan DI/TII tahun 1949 – 1962.
    3. Pembentrokan G30S/PKI tahun 1965.

Pembentrokan demi pemberontakan yang akan merobohkan negara Republik Indonesia serta mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain ternyata dapat digagalkan. Ini semua berkat rahmat Allah yang telah menanamkan rasa kesetian bangsa Indonesia kepada Pancasila. Sehingga usaha terakhir yang sangat berbahaya dan sangat keji, yang dilakukan oleh PKI dengan melakukan pembunuhan-pembunuhan kejam, untuk mengkomuniskan Indonesia dan mengganti ideologi Pancasila yang menggandung nilai-nilai agama dengan ideologi Komunis yang ateis, dapat digagalkan dan bahkan ditumpas sampai ke akar-akarnya. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 30 September 1965. kemudian pada tanggal 1 Oktober 1965 usaha dan pemberontakan PKI it dapat digagalkan. Sehingga setiap tanggal 1 Oktober kita tetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Sekali lagi kita harus bersyukr kepada Allah, karena kita dapat menumpas PKI yang akan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis. Sungguh kita tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya PKI berhasil mengkomuniskan Indonesia. Kita pasti dikutuk oleh Allah, karena PKI adalah organisasi politik yang anti Tuhan, anti agama. Perhatikanlah firman Allah mengenai orang-orang kafir, orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).” (QS. Ali Imran: 4)
Di lain ayat Allah juga berfirman:

وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا
Artinya: 
“Dan barang siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.” (QS. Al Fath: 13)
Demikianlah ancaman Allah kepada orang-orang kafir, yang pada hakikatnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan dan anti gama Tauhid, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang PKI. Orang-orang PKI inilah yang selalu berusaha merongrong Pancasila. Yang sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Sudah barang tentu sila pertama ini bagi orang-orang PKI merupakan momok yang harus disingkirkan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Dalam kesempatan ini kami mengajak kepada kaum Muslimin agar benar-benar mengamalkan pancasila secara konsekuen dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, sila demi sila dalam Pancasila itu sesungguhnya adalah ajaran Islam juga. Sila pertama misalnya, Ketuhanan Yang Maha Esa, di dalam Al Qur’an Allah telah berfirman:

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
Artinya: 
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah: 163)
Sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, hal itu sudah tercerminkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW riwayat Bukhari dan Muslim:

لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبُّ لِاَخِيِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Artinya: 
“Belum sempurna iman seseorang dari kalian, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya”
Sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia, juga tercermin di dalam firman Allah surat Ali Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا
Artinya: 
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,”
Sila keempat, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan, sesuai dengan ajaran Islam, di mana selalu mengutamakan musyawarah dalam setiap menghadapi persoalan. Allah berfirman di dalam surat Ali Imran ayat 159:

وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya: 
“……. dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”
Sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, juga sudah tersirat dalam firman Allah surat An Nahl ayat 90.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Artinya: 
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”
Saudara-saudara yang kami hormati.
Demikianlah makna kita memeperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober. Dan sebentar lagi kita akan sampai kepada tanggal tersebut. Maka yang perlu kita ingat adalah mengamalkan Pancasila secara konsekuen dengan tetap dengan berpegangan teguh pada ajaran Rasulullah SAW yang tertuang di dalam Al Qur’an dan Hadits. Insya Allah Tuhan selalu meridhai kita. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baca Juga Contoh Pidato yang lainnya, Pidato Menyambut Hari Anak-Anak Nasional

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih telah berkunjung diblog Kata Estetika ini, silahkan tinggalkan komentar anda,