Pengertian Pidato | Sekilas tentang Pidato

Pidato adalah penyampaian gagasan, pikiran atau informasi serta tujuan dari pembicara (orang yang berpidato) kepada orang banyak (audience atau orang yang mendengarkan) secara lisan dengan cara-cara tertentu. Seorang tokoh abad pertengahan menyebut pidato sebagai “art of persuasion”, maksudnya pidato disebut sebagai suatu seni membujuk. Pada pengertian seperti ini, pidato seorang dikatakan berhasil dan baik apabila pidato yang disampaikan mampu membujuk para pendengar untuk mendengarkan dengan seksama, memahami, menerima serta mematuhi pesan-pesan yang disampaikan dalam naskah pidatonya. Pesan-pesan yang disarnpaikan dalam pidato dapat berupa informasi, ide atau pemikiran dari pembicara. 

Dalam pelaksanaannya pidato dapat dilakukan berhadapan secara langsung dengan pendengar atau tidak dengan berhadapan langsung, misalnya melalui siaran radio atau televisi. Akan tetapi agar lebih mengetahui tentang situasi atau keberhasilan dari pidato yang disampikan, maka pidato pada umumnya disampaikan secara langsung (berhadapan langsung) antara pembicara dan pendengar.Ada tiga buah unsur penting yang terlibat dalam suatu pidato, yaitu ;
  1. Pembicara, orang yang menyampaikan isi pidato.
  2. Pendengall Orang yang menerima atau mendengarkan pidato yang disampaikan oleh pembicara.
  3. Isi pidato, adalah naskah atau bahan pembicaraan yang disampaikan oleh pembicara kepada pendengar.
Pidato Soekarno apa itu pidato

Dalam kehidupan manusia, dari zaman dahulu  (zaman kerajaan) hingga saat ini, pidato masih merupakan memegang peranan penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Orang yang sudah menguasai aeni berpidato akan memiliki kemampuan menguasai pendengarnya agar bersedia menerima ide-ide gagasan atau saran yang disampaikan. Seperti yang kita ketahui dalam sejarah dunia, banyak orang-orang terkenal dunia yang mampu menggerakkan massa untuk berperang atau membela Sang Pembicara, hanya dengan melalui pidatonya. Kita sebut saja salah satunya yaitu, Presiden RI yang pertama, Ir. Soekarno. Dengan keahlian beliau berpidato untuk meyampaikan ide-ide serta gagasan beliau, maka beliau banyak memiliki Pendukung dan pengikut setia serta mampu merebut hati rakyat Indonesia pada saat itu. Dan bahkan pada saat berpidato, beliau seringkali tidak menggunakan naskah pidato tetapi semua yang beliau sampaikan demikian teratur dan dapat manguasai para pendengarnya.

Hal seperti itulah yang dapat terjadi apabila kita sudah benar-benar menguasai seni berpidato. Tanpa melakukan banyak persiapan pun, pikiran kita telah mampu menguasai bahan serta tema yang akan disampaikan dalam pidato. Salah satu contoh lagi adalah seorang pimpinan NAZI yang pernah menjadi ancaman dunia, yaitu Adolf Hitler. Dia juga memiliki kemampuan berpidato yang baik. Bahkan dengan keahliannya tersebut, ia mampu menguasai jalan pemikiran para pengikutnya agar tetap setia dan bersedia ikut berperang demi membela keyakinan Hitler. Atau contoh lain seperti pada artkel cerpen yang saya publis yang berjudul Sijanda Seksi Semok ternyata Ahli Pidato (kisah seorang perempuan yang pandai berpidato)

Memang jika ditinjau secara nyata, ada sisi baik dan buruk yang dapat ditimbulkan oleh keahlian seseorang dalam berpidato. Dari keahlian berpidato tersebut dapat timbul peperangan, pemberontakan atau bahkan perang antar saudara yang dapat membawa rakyat suatu negara atau bahkan manusia di dunia ke dalam kesengsaraan dan penderitaan. Atau bahkan dapat juga menghancur leburkan peradaban manusia yang telah dibangun ratusan tahun lamanya dalam sekejap. Tetapi keahlian berpidato tersebut dapat juga digunakan untuk mempengaruhi atau mengajak umat manusia untuk menciptakan suatu perdamaian, kesejahteraan bagi umat manusia. 

Bagi para pemimpin masyarakat, para pejabat dan semacamnya keahlian berpidato sangat dibutuhkan karena pada umumnya seringkali mereka berhadapan langsung dengan orang yang mereka pimpin atau rakyat yang mereka bawahi. Keahlian berpidato bagi mereka sangat Penting sebagai suatu sarana komunikasi langsung dengan rakyat atau orang yang mereka pimpin. 

Tidak hanya para pemimpin saja yang dituntut memiliki keahlian dalam berpidato atau berbicara di hadapan umum, para pelajar mahasiswa, ilmuwan, pengusaha dan bahkan setiap orang juga sebenarnya harus mampu menguasai kemampuan berpidato ini, karena sewaktu-waktu dapat berguna. 

Seorang pelajar dan mahasiswa harus memiliki kemampuan ini karena pada suatu waktu mereka tentu diminta untuk mempresentasikan (membicarakan dihadapan umum) hasil karya tulis atau skripsinya. Seorang ilmuwan juga harus memiliki ilmu ini karena pada suatu saat dia harus memperkenalkan hasil penemuannya di hadapan orang banyak atau masyarakat luas. Demikian juga seorang pengusaha atau karyawan, yang pada suatu saat dia harus melakukan presentasi terhadap suatu proyek atau bisnis usaha yang mereka lakukan kepada para Investor dan masih banyak lagi yang lainnya. Contohnya seperti pidato peresmian kantor baru.
Demikianlah beberapa gambaran sekilas tentang penguasaan seni berpidato dalam kehidupan bermasyarakat dalam artikel yang berjudul Pengertian Pidato | Sekilas tentang Pidato dan semoga bermanfaat. baca juga ini Cara berpidato agar terlihat profesional

1 komentar:

Terima Kasih telah berkunjung diblog Kata Estetika ini, silahkan tinggalkan komentar anda,