Kumpulan Kata Mutiara Tokoh Dunia

Bukan sebuah perjalanan singkat sosok tokoh dan para pemuka yang menjadi inspiratif manusia dibelah bumi ini dalam meraih puncak kesuksesan dan kejayaan, walaupun dalam sebatas pola fikir, mereka adalah figur-figur yang menjadi nisbat (sandaran) bagi kita, setidaknya dengan meniru ideologinya, prinship, pemikiran, yang samapai saat saat ini masih dalam sebuah kerangkan jalan meraihnya bagi kita. Dengan demikian banyak hal yang perlu kita tahu bahua statment dari sebuah pemikiran yang jernih menjadi pijakan dasar mereka untuk prosesi keberhasilan yang haq.

Beberapa statment berbentuk kata mutiara atau kata bijak beberapa tokoh dunia masa lalu, saat ini sering orang mengenalnya memalui pemikirannya tersebut, dibawah ini kutipan kata-kata mutiara sebagian kecil dari banyak yang sudah tertuangkan.


Orang yang kehilangan harapan bisa kehilangan segala-galanya. (Congreve).

Pengangguran akan berjalan perlahan-lahan dan kemiskinan lekas menyergapnya.  (Hunter).

Kebiasaan itu akan mendatangkan daya tahan. (Kincaid).

Tanah yang digadaikan bisa kembali dalam keadaan lebih berharga, tetapi kejujuran yang pernah digadaikan tidak pernah bisa ditebus kembali. (Middleton).

Saya tidak pernah memikirkan masa depan. Datangnya cukup cepat. (Albert Einstein).

Pelajarilah masalalu kalau mau meramakan masa depan. (Kong Hu Cu)

Kebiasaan Buruk yang kecil-kecil apabila dilakukan berulang-ulang akan mencapai nilai kejahatan. (Hannah More).

Hati  Manusia sering menjadi korban perasaannya. Sukses meracuninya sampai pongah dan kekecewaan membuatnya hilang semangat serta takut. (Voltney).
 
Hati Manusia seperti kendi yang kecil mulutnya. Tidak ada yang bisa melihat sampai kedalam-dalamnya sehingga kejernihan isinya dapat dinilai dari apa yang keluar. (Anom).
 
Sandang pangan saya dapat Usaha sendiri, saya tidak senang membenci seorangpun juga, tidak iri melihat kebahagiaan orang lain, senang melihat orang lain beruntung, dan puas dengan nasib saya sendiri. (Shakespeare).

Bagi jiwa yang agung, hutang paling berat ialah ketidakmampuan membalas budi yang pernah diterima oleh orang lain. (Dr. Thomas Franklin).
 
Sebuah Kota lebih baik diperintah orang seorang yang baik dari pada oleh hukum-hukum yang baik. (Aristoteles).


Baca Juga banyak artikel pada blog ini :

Renungan Di masa Tua 
Puisi tentang Kesepian, kata Indah penuih makna.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih telah berkunjung diblog Kata Estetika ini, silahkan tinggalkan komentar anda,